May
20
2016

Ramadhan Pertama Tanpa Bapak… :(

Alhamdulillah…, jika saja Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya dan keluarga besar saya untuk menjalankan ibadah puasa tahun ini, maka tahun ini adalah tahun yang berbeda untuk kami semua.  Nggak perlu ditanyakan kenapa deh ya, buat saya pribadi, tiap tahun, khususnya dalam menjalankan ibadah puasa haruslah berbeda baik secara niat maupun aplikasinya.  Tentu untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

Mungkin puasa tahun ini bisa jadi tahun yang sedikit sedih buat saya, mama dan adik-adik saya, karena mulai tahun ini kami akan menjalankan ibdah puasa tanpa Almarhum Bapak. Jadi kangen dan inget sama Almarhum Bapak, inget ngobrol dan curhat banyak dengan Bapak, masih ingin belajar banyak mengenai ketekunan, kegigihan dan kesabaran dalam menjalani kerasnya kehidupan ini.

Saya cerita sedikit ya… Almarhum Bapak saya bukanlah tipikal orang tua masa kini….tapi juga selalu menanamkan aturan yang bijak.  Almarhum Bapak selalu mempercayakan segala hal yang saya lakukan, itulah kenapa, saya selalu berusaha sebaik mungkin, tujuannya untuk tidak membuat Almarhum Bapak kecewa.

Cerita lainnya…
Saya termasuk orang yg susah makan dari masih kecil sampai dengan sekarang, dan yang selalu marah dan ribet ngingetin saya untuk makan pastilah Almarhum Bapak.
Kebiasaan Almarhum Bapak lainnya adalah setiap menjelang lebaran, biasanya kegiatan rutin setiap rumahan adalah membuat kue kering, ya kan?, kalau dikeluarga saya tidak ada kegiatan membuat kue kering, karena mama tidak bisa membuat kue kering… :),
Kegiatan rutin dikeluarga saya kalau besok mau lebaran, Almarhum Bapak pasti akan menyuruh mama untuk membeli ayam kampung sebanyak 2 atau 3 ekor, nanti ayam kampung tersebut akan dipotong sendiri oleh Almarhum Bapak, lalu saya dan adik-adik bagian yang nyopotin bulunya, setelah itu baru saya membantu Almarhum Bapak untuk motong-motong ayamnya.  Setelah itu ayam tersebut akan dimasak bumbu opor khas Madura oleh mama (hmmm lezat banget deh pokoknya…:)), nanti setelah adzan isha dan suara takbiran sudah terdengar baru mama akan menyuruh kami untuk memberikan hantaran yang isinya ketupat + semangkuk ayam bumbu dicampur telur + kue ke tetangga rumah  dari ujung gang sebelah kanan sampai ujung gang sebelah kiri, katanya Almarhum Bapak biar semua tetangga juga ikut merasakan makanan enak yang keluarga kita makan.

Lebaran tahun ini dan lebaran tahun-tahun berikutnya tidak akan ada lagi kegiatan potong ayam kampung sendiri, dan yang membuat aku bangga sama Almarhum Bapak, setiap bulan Ramadhan Almarhum Bapak pasti dan selalu khatam Al-Quran.

Terkadang disaat kita sudah ditinggalkan, baru akan berasa banget kehilangannya, dan baru akan berasa banget betapa pentingnya kehadiran orang tersebut disisi kita.

“Ya Allah ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kambalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk.  Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarnya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik.   Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka.”

 

Wassalam,
Lila

*ditulis digedung mayapada lantai 5 jam 12:18 wib*

About the Author:

Seorang ibu rumah tangga yang selalu Optimis dan mempunyai IMPIAN yang sangat besar untuk kebahagiaan keluarganya

Leave a comment